Penyalahgunaan Obat Batuk Komix Mulai Marak

On Agustus 09, 2017 with No comments

Wp image 576372347.jpg
Puluhan bungkusan bekas obat batuk komix ditemukan berserakan di gazebo yang berada di Komplek Istana Damnah Daik Lingga.
Bungkusan obat batuk yang diduga digunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut sebagai obat yang bisa membuat pikiran terasa terbang melayang jika digunakan berlebihan.
Menurut Salah seorang warga Daik Lingga, Aindi, bungkusan obat batuk komix tersebut bukan hanya kali ini saja didapati berserakan di sekitaran gazebo.
Akan tetapi, ia menuturkan, sebelumnya ia juga pernah menjumpai bungkusan obat batuk tersebut disalahgunakan segelintir orang untuk dikonsumsi berlebihan sehingga menimbulkan efek fly yang membuat pikiran terasa kosong.
“Yang kita takutkan itu penggunanya anak-anak sekolah. Itu yang sangat kita khawatirkan,” kata dia, Selasa (08/08) kepada KepriDays.com.
Kemudian, dikatakannya, Komplek Istana Damnah yang ketika malam hari cukup gelap tanpa ada penerangan di sepanjang jalannya itu, tentu saja menjadi santapan empuk segelintir orang untuk memanfaatkan lokasi tersebut sebagai tempat mabuk-mabukan obat batuk komix dan minuman keras.
“Iya kalau malam kan gelap. Lampu-lampu yang ada itu kan tidak menyala, pastinya jika ada kesempatan dan kurangnya pengawasan, tempat ini (Komplek Istana Damnah) menjadi santapan empuk mereka-mereka yang tidak bertanggung jawab,” katanya.
Bukan hanya sunyi dan gelap, akan tetapi Komplek Istana Damnah yang didalamnya juga terdapat bangunan Museum Linggam Cahaya dan Kantor Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga ini juga minim akan pengawasan dari instansi terkait seperti Satpol PP.
“Kalau memang pengawasan dan penjagaan dari pihak Satpol PP ketat di sekitaran lokasi ini, tidak mungkin ada yang berani mengkonsumsi komix dengan jumlah banyak di gazebo museum ini,” ujarnya.
Akibat seringnya obat batuk komix disalahgunakan oleh segelintir orang, terutama untuk mabuk-mabukan, membuat Camat Lingga Yulius ikut merasa risih dengan kondisi tersebut.
Dengan begitu, ia meminta Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) Kabupaten Lingga untuk melakukan pengawasan terhadap penjualan obat-obat tersebut.
“Iya, kalau perlu walaupun ini termasuk obat bebas, kalau sudah disalahgunakan seperti itu Dinkes harus melakukan pengawasan,” katanya.
Yulius melanjutkan, Dinkes harus dapat mengklasifikasikan agar obat-obat seperti komix tidak dijual disembarangan toko.
“Kecuali dijual di toko obat, kalau di toko yang sembaranag itu kita minta lah ditertibkan,” katanya.
Permintaan tersebut dilakukannya guna menekan kasus kenakalan remaja yang terjadi di Lingga. Pasalnya, tidak menutup kemungkinan, anak usia pelajar juga melakukan hal serupa dengan mengkonsumsi obat sembarangan untuk mabuk-mabukan sehingga merugikan anak itu sendiri.
“Permasalahan anak ini yang kita anggap sebagai kenakalan remaja, ini tanggung jawab kita bersama, baik orang tua, lingkungan serta sekolah. Komponen ini terlibat semua,” ujarnya.


Silahkan Lihat Videonya Di bawah:

loading...
loading...
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »