thumbnail

On Desember 04, 2017 with No comments


MasyaAllah nenek berhati malaikat.

Tamparan keras dari nenek penjual sapu didapatkan wanita ini, awalnya ia mau bersedekah karena dikira pengemis, tak disangkanya hal mengejutkan ini dilakukan sang nenek.

Kenapa nenek ini malah menampar wanita yang mau memberikannya sedekah, ada hal yang tersirat dari kata "Tamparan" itu sendiri, bukan tamparan kekerasan fisik, tetapi tamparan hati, sekejap nasfas ini pun terhenti jika itupun Anda yang mengalaminya sendiri.

Meski dijaman ini kebanyakan wanita tua yang kumuh lusuh, berada di pinggiran jalan dianggap sebagai pengemis, namun berbeda dengan nenek ini, seperti yang saya bilang, nenek ini berhati malaikat.

Mengapa saya mengagum-ngagumkan nenek ini, karena kisah yang diceritakan wanita yang mendapat "tamparan" nya ini: 

Menjalani kehidupan dengan jujur serta mandiri sungguh bukan suatu  hal yang bisa dibilang mudah.
Seringkali kita menghadapi tantangan dan cobaan ketika mencoba untuk menjalani kehidupan dengan cara tersebut.

Meski begitu, keteguhan serta kesabaranlah yang bisa menjadi senjata ampuh dalam menjalani kehidupan yang seolah menghadirkan tantangan berat setiap harinya.

Hal serupa dialami oleh seorang nenek penjual sapu ijuk ini.

Seorang teman menceritakan kekagumannya pada seorang nenek yang mangkal di depan Pasar Godean, Sleman, Yogyakarta.

Ketika itu hari Minggu, saat dia dan keluarganya hendak pulang usai silaturahim bersama kerabat, mereka melewati Pasar Godean.

Ibu dan teman saya tergoda membeli ayam goreng di depan pasar untuk sajian makan malam.
Kebetulan hari mulai gelap.

Di samping warung ayam goreng tersebut ada seorang nenek berpakaian lusuh bak pengemis.
Duduk bersimpuh tanpa alas sambil merangkul tiga ikat sapu ijuk.

Keadaannya terlihat payah, lemah, dan tak berdaya.

Setelah membayar ayam goreng, ibu teman saya bermaksud memberi Rp. 1000,karena iba dan menganggap nenek tadi pengemis.

Saat menyodorkan lembaran uang tadi, tidak diduga si nenek malah menunduk kecewa dan menggeleng pelan.

Sekali lagi diberi uang, sekali lagi nenek itu menolak.

Penjual ayam goreng yang kebetulan melihat kejadian itu kemudian menjelaskan bahwa nenek itu bukanlah pengemis, melainkan penjual sapu ijuk.

Paham akan maksud keberadaan sang nenek yang sebenarnya, ibu teman saya akhirnya memutuskan membeli tiga sapunya yang berharga Rp. 1.500,- per ikat. 

Meskipun ijuknya jarang-jarang dan tidak bagus, ikatannya pun longgar.

Menerima uang Rp. 5.000,- si nenek tampak ngedumel sendiri.

Ternyata dia tidak punya uang kembalian.

"Ambil saja uang kembaliannya,", kata ibu teman saya.

Namun, si nenek ngotot untuk mencari uang kembalian Rp. 500,-.

Dia lalu bangkit dan dengan susah payah menukar uang di warung terdekat.

Ibu teman saya terpaku melihat polah sang nenek.

Sesampainya di mobil, ia masih terus berpikir.

Bagaimana mungkin di zaman sekarang masih ada orang yang begitu jujur, mandiri, dan mempunyai harga diri yang begitu tinggi.

Rasa sosial yang tinggi sangat diperlukan bagi yang perlu bantuan seperti nenek ini. Banyak orang yang masih menghiraukan apa yang terjadi disekitarnya. tidak peduli, cuek, dan tidak mau tau.

Semoga bermanfaat dan bisa mengispirasi semua.



thumbnail

On September 29, 2017 with No comments

Pria Ini Berangkat Umroh Selama 9 Hari dengan Biaya Rp 400 Ribu, Kisahnya Bikin Merinding
Kisah seorang pria yang pergi umroh dengan uang Rp 400 ribu ini sangat menginspirasi.
Tentu Anda akan bertanya-tanya, bagaimana bisa pergi umroh dengan biaya sekecil itu.
Padahal tiket pesawat dan harga kamar hotel itu biayanya tidak sedikit.
Apalagi, ia baru saja berhenti dari pekerjaannya saaat memutuskan untuk pergi umroh.
Ya, pria yang satu ini membuktikannya dan membagikan pengalaman luar biasa yang ia rasakan tersebut.
Berawal dari keinginannya pergi umroh sendiri tanpa istri, ia pun mendapat musibah sebelum pergi umroh.
Ia menderita gejela thypus selama satu minggu sehingga membuatnya harus melakukan cek darah ke RSUD Depok.
Nah, di rumah sakit inilah cerita mengenai uang Rp 400 ribu ini dimulai.
Begini cerita yang dibagikan pria bernama Roel Mustafa itu di akun Facebooknya.
"Biaya umrohku 400 ribu.
Saat memutuskan untuk umroh sebenarnya baru saja berhenti dari sebuah perusahaan.
Danapun di ambil dari dana jamsostek.
Umroh kali ini minta izin sama istri karena memang ingin sendiri menjalani proses bertemu sang khalik.
Dengan diri yang kotor dan penuh dosa memberanikan diri menghadap Allah.
Sudah memilih travel umroh, tiba tiba panggilan kerja dari perusahaan yang pemiliknya saya kenal.
Serius minta tolong buat bantuin dia develop pabrik barunya.
" ok, saya join tapi saya mau umroh dulu ".
Akhirnya deal...masuk setelah pulang umroh.
Allah kasih hadiah, seminggu kena gejala typus. Harus cek darah .
Pas jam 19.00 saya berada dalam antrian buat cek darah di lab di RSUD depok. Tiba tiba ada tangisan kecil dari seorang ibu di hadapan anaknya.
Pasang radar, dan recording ternyata kekurangan biaya 375.000. Ini hadiah juga buat saya. Langsung saya tuntaskan saya kasih 400 ribu. Dan senyum di kedua wajah bahagia saya dapatkan.
Menjalani ibadah dengan pengharapan Allah ridho rumahnya di datangi hambanya yang berlumur dosa, banyak cerita, banyak hikmah.
Total biaya umroh 22.800.000 dengan satu kamar bertiga walaupun akhirnya jadi ber empatt..
Semoga nanti saya kuat buat menuliskan cerita dan hikmah perjalanan umroh.
Alhamdulillah 9 hari tuntas, Meskipun kerinduan belum terpuaskan.
Memulai masuk kantor baru, alam baru dunia baru kawan baru tantangan baru.
Subhanallah hari pertama sudah di kejutkan dengan surat pemberitahuan, segala biaya perjalanan umroh ditanggung kantor.
Yup, 400.000 yang saya niatkan semoga Allah cukupkan perjalanan hidup setelah saya umroh.
Saat kau ragu akan kekuasaan Allah, maka saat itupula seribu pertanyaan akan keluar.
Kok bisa ? Dari mana jalannya ? Masa iya begitu ? ...
Dan pertanyaan keraguan keraguan lainnya..
*cuy
Cerita yang dibagikan ini mengingatkan netizen untuk tak pernah ragu berbuat kebaikan dan bersedekah bagi yang membutuhkan.
Kisah itupun banyak dibagikan dan dikomentari netizen.
Ini beberapa komentar dari mereka :
Nurul Khadizah: #RAGU ganti #YAKIN. Inspiratif
SyahiLah Adie: Saya selalu belajar banyak dari tulisan** njenengan, Pak... Terimakasih.
Novisa Bachrani: ya Allah bang...gak tau mau ngomong apa
Santi Itnas: Awal tahun lalu saya juga tiba2 diberangkatkan umroh mas....11 juta saja, ektp blm jadi dan ga punya passpor , cm dkasi waktu 3 mgg ngurus smuanya, entah alasan apa Allah memerintahkan saya brkt....yang jelas Allah itu hebat dan semakin mantaB keyakinan saya bahwa Allah itu membalas buah atas segala benih apapun yg kita tabur....dan doa yg tulus selalu dikabulkan dalam berbagai wujud yg kadan kita tidak menyadari bahwa itulah doa kita....


thumbnail

On September 06, 2017 with No comments

Polisi Ini Rela Jual Tanahnya Demi Beli Mobil Ambulans untuk Warga
Kisah haru yang patut diteladani seorang anggota kepolisian datang dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel).
Polisi bernama Bripka Ronny Setiadi rela mengeluarkan uang pribadinya dan bahkan hendak menjual tanah, demi membeli ambulans untuk warga.
Cerita mengharukan Bripka Ronny dibagikan warganet bernama Yuni Rusmini, Selasa (5/9/2017).
Seperti dikutip dari postingan tersebut, Ronny bertugas di Satuan Polairud Polresta Banjarmasin.
Saat bertugas, Ronny sering kali melihat warga yang kebingungan mencari kendaraan menuju rumah sakit (RS), sesampai mereka di pelabuhan.
Yang membuat Ronny tergugah adalah ketika ia diminta tolong mencarikan mobil, ketika ada wanita yang hendak melahirkan.
Setelah kejadian itu, ia pun berinisiatif untuk membeli ambulans bagi warga. Setelah memperoleh informasi, akhirnya Ronny membeli ambulans seharga Rp 30 juta dengan kondisi seadanya.
Ronny tak membelinya dengan tunai, melainkan dengan cara dicicil menggunakan gajinya. Rupanya, biaya perbaikan ambulans juga cukup mahal.
Akhirnya, Ronny berencana untuk menjual tanah miliknya yang semula direncanakan hendak didirikan rumah.
Berikut postingan Yuni.
"Subhanallah......
Polisi sejati Indonesia.
Demi peduli kemanusiaan , polisi INI rela berhutang Dan korbankan Gaji ,hingga akan menjual tanah kapling utk hadirnya ambulance warga di wilayah kerjanya.

Beli ambulans Demi kepentingan warga polisi ini rela akan menjual tanah yang dibeli, padahal tanah itu rencana untuk di bangun rumah.
Nama polisinya Bripka Ronny Setiadi bertugas di Satuan Polairud Polresta Banjarmasin polda kalsel ,  ceritanya Berawal saat piket ada seorang warga yang mau melahirkan dan minta tolong minta carikan mobil untuk mengantar ke rumah sakit dan ini sering di temui oleh  Bripka Ronny Setiadi karena tempat tugas berada di dekat pelabuhan, jadi setiap orang sakit mau kerumah sakit transport naik perahu sampai pelabuhan naik kedarat dan cari angkutan mobil. Dari situ timbul niat Bripka Ronny Setiadi untuk beli ambulans.
Berasal info , ada panti asuhan yang mau menjual mobil ambulans namun saat itu Bripka Ronny Setiadi belum ada uang, atas dukungan dari keluarga di pinjami uang karena niat baiknya untuk masyarakat, ambulans itu di beli pada bulan mei 2017 dengan harga 30 juta kondisi apa adanya dan bripka Ronny Setiadi menyicilnya dari uang gaji.
Setelah di beli mobil ambulans di rehab ke bengkel, namun sampai saat ini masih di proses dan terkendala dengan dana. Atas dukungan dari istri dan anak Bripka Ronny Setiadi akan menjual tanah kaplingan yang di beli untuk rencana bikin rumah namun saat ini Tanah belum laku dan mobil ambulans masih di bengkel belum bisa di operasikan
Rencana mobil akan di kelola dan di sopiri sendiri untuk memberikan pelayan kepada warga yang membutuhkan.
Ya Allah...pengorbanan polisi INI patut di acungi jempol, Bahkan beliaulah sosok sejati pengayom masyarakat Yg Mana keikhlasannya dlm mengabdi bg masyarakat di tanah tempat tugasnya.
Sy berharap dgn postingan INI ,smg tanahnya CPT laku ya pak....syukur gk jadi terjual ada instansi terkait atau relawan Dan dermawan atau donatur membantu dlm usaha menghadirkan ambulan tsb  utk bisa beroprasi dan dimanfaatkan lgsg....amin yarroball alamin.
#yunirusmini fb
#viralkan INI contoh teladan buat instansinya., pantas utk DPT apresiasi."

Saat dikonfirmasi, Yuni membenarkan soal postingan yang ditulisnya.
Ia memperoleh informasi tentang Ronny dari seorang polisi yang ditawari tanah milik pria tersebut. 
Berdasarkan informasi yang ia dengar kata Yuni, uang hasil penjualan tanah akan digunakan untuk memperbaiki ambulans. 


thumbnail

On Agustus 26, 2017 with No comments

Baru-baru ini, jejaring sosial media ramai memperbincangkan foto yang menampilkan seorang atlit Indonesia yang minum sambil duduk dan menutup aurat tidak terlihat lutut.
“Inilah atlet beradab dari Indonesia aurat gak kelihatan, minumpun sambil duduk,” tulis Sultan Darwis Midar di akun facebooknya, Kamis (24/8/207).
Dalam foto yang diunggah akun facebook Sultan Darwis Midar, telah mendapat 625 tanggapan, dibagikan 3.184 kali.
Foto yang lagi ramai itu ternyata adalah Mohammad Ahsan, pemain bulu tangkis Ganda Putra Indonesia yang berpasangan dengan Rian Agung Saputro di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2017 di Skotlandia.
Foto minum sambil duduk itu saat pasangan Mohammad Ahsan/Rian Agung Saputro yang secara mengejutkan berhasil menumbangkan ganda putra nomor satu dunia dari China, Li Junhui/Liu Yuchen, dalam Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2017 yang berlangsung di Emirates Arena, Glasgow, Skotlandia, Rabu (23/8/017).
Dalam pertandingan di babak kedua itu Mohammad Ahsan/Rian Agung Saputro menyingkirkan unggulan pertama, Li Junhui/Liu Yuchen, dengan skor 19-21, 21-18, dan 21-18.
Di babak ketiga, kembali Mohammad Ahsan/Rian Agung Saputro mampu mengalahkan lawannya paangan Denmark, Mathias Christiansen/David Daugaard, Kamis (24/8).
Kembali Mohammad Ahsan bikin kagum saat melawan Denmark, dimana dia tidak bersalaman dengan petugas wanita pemberi shuttlecock.
Foto atlet Indonesia Mohammad Ahsan yang menutup aurat, minum duduk/jongkok dan tidak salaman dengan non-muhrim ini pun menuai tanggapan dan pujian serta kekaguman warganet.
“Semoga rahmat Allah senantiasa tercurah padanya. tetap sehat wal afiat dan tetap bisa syiar di jalannya,” ujar Abdul Rahman R. Mapparanreng.
“Ane liat semalem di kompas tv…pas menang lawan Denmark n pas mau salaman ma pemberi suitlecock ane liat ga salaman…non mahrom haram di sentuh… ????????????????,” komen Dede ‘khensin’ Rohman.
“Masya allah, baru kali ini ana melihat atlit minum sambil jongkok, yang kebanyakan berdiri dan pake tangan kiri.. Semoga ini jadi contoh buat atlit muslim/muslimah lainnya..,” komen Muhammad Sabir.
“Contoh olahragawan yang tidak meninggalkan sunnah……. patut jadi teladan……” ujar Suryadi Iriyanto.
Sebenarnya Ahsan/Rian bukanlah merupakan pasangan unggulan di turnamen ini. Namun penampilannya mengejutkan sehingga bisa melaju ke perempat final yang akan menghadapi pasangan Korea Selatan, Chung Eui Seok/Kim Dukyoung. 


thumbnail

On Agustus 26, 2017 with No comments

Satu Anggotanya Berpakaian Lusuh, Kapolda Metro Buka Dompet: Ini Buat Beli Seragam Baru

Dibalik sikap tegasnya, diam-diam Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Idham Azis, memiliki sifat murah hati dan welas asih terhadap sesama. Tak terkecuali bagi anggotanya.

Hal itu terekam saat Kapolda Metro Jaya memberikan uang kepada salah seorang anggota Shabara Polres Jakarta Barat yang terlihat mengenakan seragam polisi yang warnanya sudah sedikit kusam.
Peristiwa unik itu terjadi saat Kapolda Metro Jaya tengah melakukan inspeksi pasukan di halaman Mapolres Jakarta Barat, Selasa pagi (22/8). Kedatangan Kapolda Metro Jaya di kantor Polres yang dipimpin Kombes Pol. Kombes Pol. Roycke Harry, itu dalam rangka menghadiri peluncuran Aplikasi Sigahtan.

Namun, di luar skenario, saat Kapolda menyalami dan menanyakan satu persatu personel Shabara Polres Metro Jakarta Barat, masih berbaris rapi, seketika berhenti di hadapan salah seorang anggota Shabara Polres Jakbar, bernama Bripda Rizky Nur.

Kapolda sempat memperhatikan seragam yang dipakai Rizky Nur yang warnanya sudah terlihat sedikit kusam. Dialog pun terjadi di antara keduanya. Tiba-tiba di tengah dialog dan secara spontan, Irjen Pol. Idham Azis merogoh dompetnya dan mengeluarkan beberapa lembar uang pecahan Rp100 ribu dan langsung memberikannya kepada Bripda Rizky Nur.
Berikut dialog dan pemberian uang oleh Kapolda Metro Jaya kepada Bripda Rizky Nur:

Kapolda : Sudah berapa lama kamu dinas?Bripda Rizky Nur : Siap, dua tahun Jenderal

Kapolda : Ini kamu pakai baju yang jatah?Bripda Rizky Nur : Iya siap, Jenderal
Kapolda Metro Jaya : Ini saya kasih sedikit, kamu beli baju seragam yang baru ya.Bipda Rizky Nur : Siap, terima kasih Jenderal.



baca sumber
thumbnail

On Agustus 15, 2017 with No comments

Pedagang atau disebut juga sudagar adalah orang-orang yang melakukan kegiatan jual beli sebagai mata pencariannya sehari-hari. Juga biasa di definisikna sebagai orang atau instansi yang memperjual belikan produk atau barang kepada konsumen baik secara langsung mapun tidak langsung.
Oke... Langsung saja saya akan membahasnya di sini. Biasakan membaca dan memperhatikan artikel sampai habis. Simak ulasan di bawah ini.
1. Pedagang Tua Di Pasar Bandung

http://msdandelions.blogspot.co.id
2. Kakek Penjual 'Tahu' Berumur 95 Tahun

http://www.geetaditya.com
3. Nenek Penjual Baju Di Atas Trotoar

https://www.satujam.com
4. Kakek 104 Tahun Ini Mengayun Sepedah Untuk Menjual Sabun Keliling

http://cdn2.tstatic.net
5. Berjualan Perabotan Rumah Tangga, Kakek 84 Tahun Ini Tetap Gigih Memikul Daganganya

https://static-04.kitabisa.com
6. Pak Parman Si Penjual Kaos Kaki Dan Tisu

https://static-04.kitabisa.com
7. Kakek Penjual Es Ini Hidup Di Petak Kontrakan Bersama 4 Cucunya

http://jabar.pojoksatu.id
8. Berusia 100 Tahun, Kakek Ini Masih Semangat Untuk Berjualan 'Pot Bunga' Keliling

http://cdn2.tstatic.net/jogja/foto/bank/images/kakek-jual-pot_0503.jpg
9. Demi Biaya Berobat, Kakek Masih Berjualan Pisang Keliling Kampung

https://i1.wp.com/www.anekajudionline.com
Nah sobat 'UC' semua dari sekian bayak gambar di atas, apakah kalian masih ingin selalu berbelanja atau mencari makanan di 'Swalayan' atau 'Mall' ? Apa salahnya kita sedikit beramal kepada seseorang yang lebih membutuhkan. Apa pepatah yang berbunyi 'Tidak ada seseorang yang jatuh miskin karena memberikan sedikit harta kepada seseorang yang lebih membutuhkan'.
Itulah artikel yang bisa saya buat untuk kalian semua. Semoga bermanfaat dan berguna untuk kalian semua yang sudah membaca artikel ini. Jika ada salah kata di dalam pengetikan saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Terimakasih


thumbnail

On Agustus 06, 2017 with No comments


Kisah driver ojek online yang satu ini sungguh menguras air mata. Ayah dua anak ini harus bersabar karena tidak mendapatkan banyak poin.
Hal itu berimbas pada pendapatannya untuk makan dirinya dengan anak-anaknya. Ia menceritakan, sudah seminggu ini dirinya hanya mendapat tiga atau dua poin saja. Paling mentok, ia hanya bisa mendapat delapan poin.
Hal itu, berbeda dengan pendapatan yang ia dapat sebelumnya, Entah apa yang terjadi, sehingga ia dan beberapa driver lainnya hanya menjadi penonton.
Hal ini dalam artian, ia dan beberapa rekannya hanya bisa melihat driver ojek lainnya yang banyak mendapat order. Lagi-lagi ia hanya bisa mengelus dada sambil beristighfar.
Sepinya pengorder yang masuk ke ponselnya berimbas pada kemampuannya membelikan makan untuk anak-anaknya. Untuk makan, ia hanya bisa memberikan nasi dan satu bungkus mie untuk dimakan bertiga.
Kisah itu dibagikan oleh akun Instagram Reza Pahlevi di grup Facebook KORAN GOJEK KELUHAN DRIVER CUSTOMER II.
Ia memposting fotonya yang sedang menyuapi dua anaknya sambil mengenakan jaket ojek online. Tampak di lengan kirinya piring putih berisi mie dan nasi. Sementara lengan kanannya menyuapi anaknya.
Terlihat satu anaknya yang lain menunggu giliran dengan duduk di samping saudaranya. Terlihat juga di lantai ada semangkuk mie rebus yang belum dicampurkan dengan nasi.


Driver ojol (Facebook)


Ini cerita lengkapnya :
“Maafkan ayah mu nak….
semingu sudah ayahmu hanya dapat 3 atau 5 poin…mentok maksa 8 poin…
bersukurlah krna kita masih bisa makan..walaupun hanya nasi + mie satu bungkus bertiga….
maaf ya nak…insya Allah gojek akan indah seperti dulu …
tanpa ada prioritas driver yg slalu diberi order..
sdang ayah & beberapa teman jadi penonton & hanya bisa mengelus dada smbil istighfar…
skali lg maaf ya nak…maaf ya jagoan ku…maafkan ayah mu…”.


instagram.com/dramaojol.id


Postingan itu pun ramai dikomentari netizen. Banyak yang tak kuasa melihat driver ojek tersebut.
Ini komentar mereka :
Suci Lefevre: Baru tau ternyaata ada istilah prioritas driver d gojek
Bayu Optimo: Semoga org kantor IT GI ada yg membaca postingan bpk biar sistem prioritas dan ttetek bengek g ada lagi…yg sabar ya pak….semoga bsk lbh baik
Dania Gietha: Ya allah sedih banget bacanya, kalau tetanggaan dah aku anterin masakan pak, semangat pak berjuang demi anak2 semoga rezekinya lancar.
Dinda Farah Auliaillah: sama kayak suami yang udah ga narik dr sebelum puasa.. hp nya gagu
Ghozy Alghozalie: Semangat pak, semoga cepat diberi rezeki yg banyak dan halal oleh Allah SWT
gitagitch: Ini bener banget, semalem driver gw cerita begini dia juga sehari cuma dapat maksimal 5 order dari pada dulunya bisa sampai 10-12 order
rezafahmi368: kok jadi baper gini ya bacanya.



thumbnail

On Juli 26, 2017 with No comments


Muslim dan Kristen Palestina kompak berunjuk rasa memprotes pembatasan beribadah di Masjid Al Aqsa (Foto: Middle East Monitor/Youtube)

Keprihatinan terhadap krisis Masjid Al Aqsa tidak hanya milik Muslim di Palestina, tetapi juga umat Kristiani. Puluhan umat Kristen dan Islam Palestina berunjuk rasa di depan Gereja Kelahiran Yesus di Betlehem, Tepi Barat, untuk memprotes aksi Israel di Masjid Al Aqsa, Yerusalem.
“Hari ini kami berdiri di depan Gereja Kelahiran Kristus, yang tidak lain adalah tempat kelahiran Yesus Kristus, untuk menunjukkan tidak ada perbedaan antara Masjid Al Aqsa dengan Gereja Makam Suci,” ujar juru bicara Kaukus Pemuda Ortodoks Arab, Jalal Barham, dinukil dari Middle East Monitor, Selasa (25/7/2017).
Unjuk rasa diadakan pada Senin 24 Juli 2017 untuk memprotes pemasangan detektor logam di pintu masuk kompleks Masjid Al Aqsa. Jalal menegaskan, seharusnya tidak ada perbedaan perlakuan di pintu masuk antara Masjid Al Aqsa dan gereja-gereja di kompleks Makam Suci Yerusalem.
“Tidak ada bedanya antara gerbang Masjid Al Aqsa dengan gerbang Gereja Makam Suci dan Gereja Kelahiran Yesus. Kami menegaskan bahwa kita adalah satu, dan sejarah kita adalah satu, Muslim dan Kristen. Orang-orang tidak akan menerima hal tersebut. Kami akan terus berjuang untuk kebebasan dan martabat kesucian Islam dan Kristen,” tukas Jalal Barham.
Warga Palestina di Yerusalem masih menolak untuk masuk ke dalam area Masjid Al Aqsa sejak detektor logam dipasang pada Minggu 16 Juli 2017. Muslim Palestina bahkan menunaikan ibadah salat Jumat pada pekan lalu di depan detektor logam yang dijaga ketat pasukan keamanan Israel.
Israel akhirnya mencabut detektor logam tersebut sejak Senin malam waktu setempat sesuai keputusan rapat menteri kabinet. Meski demikian, Israel tetap melakukan langkah pengamanan dengan memasang kamera pengawas canggih di sekitar jalan-jalan yang menuju Masjid Al Aqsa.

thumbnail

On Juli 01, 2017 with No comments

Bersepeda dari Sumsel ke Tangerang

Mudik lebaran sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Indonesia. Melepaskan kerinduan kepada orang tua atau sanak saudara menjadi alasan banyak orang menempuh jarak ratusan kilometer untuk pulang ke kampung halamannya.
Alasan itu juga mengiringi kisah Okta (14 tahun), Ijal (12 tahun) dan Aslam (11 tahun). Tiga kakak beradik ini menempuh perjalanan sekitar 500 km untuk bertemu dengan ibundanya.
Dari Indralaya, Sumatera Selatan, mereka melakukan perjalanan mudik menggunakan dua sepeda kecil menuju Ciledug, Tangerang. Salah satu sepeda mereka gunakan untuk berboncengan.

Mereka selama ini tinggal bersama neneknya. Pada lebaran ini karena rasa rindu kakak beradik tersebut akhirnya memutuskan hendak berjumpa dengan ibundanya.

Bersepeda dari Sumsel ke Tangerang
Bersepeda dari Sumsel ke Tangerang (Foto: Instagram/asdp191)
Perjalanan 3 bocah mudik dengan sepeda itu diunggah tim ASDP 191 ke akun Instagram @asdp191. Dalam potingan itu diceritakan tim ASDP bertemu kakak beradik itu di buffer zone Rumah makan Begadang 4 Bakauheni, Lampung.
Ketiganya bercerita sudah 3 hari menggowes sepedanya. Beberapa kali mereka menumpang truk hingga akhirnya sampai di Pelabuhan Bakauheni.

Saat ini tim layanan ASDP 191 mengantarkan ketiga bocah tersebut ke rumahnya di Ciledug, Tangerang.